Rujak-rujakan saat penat menghambat.

Rujak menurut wikipedia Indonesia adalah makanan tradisional yang biasanya terbuat dari campuran berbagai macam sayuran atau buah dan dibubuhi bumbu atau kuah. Banyak di jumpai makanan jenis ini, di kota ataupun di desa semua suka rujak, tak terkecuali penulis sendiri sangat menyukai makanan yang membuat ketagihan ini.

Rujak yang sering di jumpai bermacam-macam, di daerah satu dengan yang lain mempunyai ciri khas sendiri cara membuat dan resepnya. Tetapi dalam postingan kali ini kami mencoba membahas mengenai rujak yang terbuat dari buah-buahan, sayuran bahkan gorengan meliputi mangga, nanas, pepaya, bengkoang, belimbing, mentimun, dan buah lainnya sesuai selera. Dengan campuran lombok, gula merah, kacang, garam dan yang terakhir air secukupnya ulek di cobek besar. 

Memang bukan hari minggu saat kami mencoba ngulek lombok hijau ini, tetapi hari Rabu tepat pada 19 November yang lalu. Buah yang kami bawa bukan berasal dari pasar atau penjual buah, tetapi kami mengambilnya langsung dari pohon didepan sanggar, kebetulan saat itu sedang berbuah, sampai hewan malam pun mencoba menggigit tiap harinya. Sekitar 6 mangga kami ambil dari pohon di depan sanggar, buahnya besar sekira tangan orang dewasa menggenggam kedua tanggannya. Dengan di tambah timun, kebetulan saat itu ada persediaan di dapur, jadi kami tidak sudah payah untuk ke Pasar Tanjung yang terkenal besar itu.

Biasanya yang kebagian meracik bumbu adalah anggota racana putri, dan sisanya mengulek gula merah, nah yang putra adalah bagian mengupas buahnya sambil makan (dikit tapi lama kelamaan habis). Memang hal ini tidak kami rencakan sebelumnya, secara spontan anggota dari kami melihat mangga berbuah, “Peleme gede-gede rek, ayo di unduh gae rujakan enak” (Mangganya besar-besar ayo diambil buat rujak’an), ujar Kak Anam Pemangku Adat kami. Dan semua pun menikmati sambal racikan lombok merah itu.

Diantara dari kami bukan hanya anggota Racana Damarwulan-Srikandi yang ikut, tetapi salah satu anggota Racana IAIN Jember juga ikut menikmati yang kebetulan sedang silaturahmi di sanggar. Terasa nikmat rujak ini di tambah dengan cerita-cerita lucu dari Kak Yubi yang humoris ini. Besar harapan yang semula dari rujak akan berubah menjadi berbagai kegiatan menarik berawal dari ide-ide yang tercetus sembari menikmati manisnya gula merah. Salam RUJAK dari kami untuk anda pembaca yang tak bosan-bosannya mengunjungi sebuah blog kecil ini.

Gambar pedasnya rujak dapat anda lihat dibawah ini :
Pose sebelum menikmati rujak.
Menikmati rujak sambil berbagi cerita.
Foto ini tampaknya menunjukkan mulai kepedesan.

Foto disamping kanan adalah sambel dan buah yang kami nikmati, di panci adalah es degan yang kami mengambilnya dari poho kelapa di depan sanggar.

Silahkan memberikan kritik ataupun saran membangun untuk kami guna kemajuan racana Damarwulan-Srikandi, kami berharap dengan postingan ini anda sering membuat rujak di rumah sambil berkumpul dengan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dwi Wicaksana | Universitas Jember © 2016 ~ Sarana Informasi Kuliah Universitas Jember
Skip to toolbar