Membegal Pengalaman Kegiatan GWR (Giri Wana Rally)

            Sebagai sarana untuk meningkatkan mutu dan kwalitas serta kepedulian masyarakat terhadap alam, Saka Wanabakti mengadakan acara GWR Jumat-Sabtu 15-16 Mei 2015 di Panti, Jember. Bermacam-macam peserta mulai dari SLTP, SLTA, Perguruan Tinggi, dan umum berpartisipasi mengikuti kegiatan ini. Racana Damarwulan Srikandi sendiri mendelegasikan 1 regu yang berjumlah 4 orang, diantaranya yaitu kak Angga, Irfan, Imron, dan Yubi. Jumlah peserta pada tahun ini kurang lebih 326 yang terbagi kedalam 79 regu sehingga dapat dikatakan lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah peserta dari tahun sebelumnya.

          

       Kegiatan GWR ini diawali dengan persiapan di lapangan Kemuningsari Panti, Jember. Seluruh peserta mendapatkan arahan dari panitia untuk menuju tempat perkemahan selanjutnya di lapangan Badean dengan jarak tempuh 2,5 Km. Tenda kami dirikan di bumi perkemahan lapangan Badean sebelum magrib tiba.  Materi ruang dimulai malam hari pukul 19.30 dengan materi pengenalan alam dan seisinya. Setelah materi selesai, kami berpesta pora, joget bersama, nyanyi bersama, senang-senang bersama dengan api unggun di tengah kerumunan seluruh peserta. Pada perkemahan ini panitia memberlakukan jam malam pukul 23.59 yang mengharuskan peserta maupun panitia harus tidur, kecuali panitia yang bertugas keamanan. Malampun sudah terlewati, dilanjutkan dengan adat istiadat pramuka di pagi hari yaitu senam pagi bersama-sama pukul 05.30-06.30.

          

       Penjelajahan dimulai setelah senam pagi dan kebutuhan pribadi dikerjakan. Sebelum peserta diberangkatkan ada upacara terebih dahulu. Salah satu serangkaian upacara yang paling menjadi sorotan mata adalah penyerahan kembali piala bergilir kepada panitia. Setelah upacara selesai, peserta diberangkatkan per regu secara bergantian dengan jarak jalan antar regu 30 detik. Penjelajahan diperkirakan dengan jarak tempuh 20 Km. Sepanjang perjalanan, seluruh peserta disuguhi pos-pos yang berada ditempat tertentu. Mulai dari pos pertama, peserta diberi ujian teori dan praktik mengenai pengetahuan alam serta menganalisis beberapa isi alam yang ada di sekitar pos.

        

    Lanjut ke pos 2 adalah praktik menentukan besar derajat arah menggunakan kompas bidik, menaksir tinggi pohon, debit sungai, dan lebar sungai sesuai teknik pramuka. Perjalan paling extreme dan menantang pada waktu jalan menuju pos 3. Peserta jalan di atas jurang serta menaiki tebing yang cukup tinggi. Di sana tidak memandang latar belakang peserta, entah dari SLTP, SLTA, Perguruan Tinggi, dan umum sama-sama merasakan bagaimana sulitnya melewati rintangan jalan menuju pos 3. Sesampainya di pos 3, kami mendapatkan ujian simulasi penanaman pohon yang baik dan benar. Kami juga mendapatkan makanan rimba berupa rebusan kacang tanah, pisang, dan ketela rambat serta air gelasan. Lanjut ke pos selanjutnya yaitu pos 4 mengenai baksos. Di pos 4 ini peserta disuruh untuk mengecat masjid yang memang kurang perawatan dan membersihkan area masjid. Setelah baksos selesai, kami dan peserta lainnya diberi arahan jalan untuk ke pos selanjutnya. Di sinilah mulai terjadi kontroversi. Karena beberapa regu tersesat termasuk kami dari Racana Damarwulan Srikandi. Kemungkinan panitia yang mengarahkan ke pos selanjutnya merasa mantab sudah benar. Tapi nyatanya tidak sesuai dengan denah perjalanan yang kami terima. Karena menurut kami dan beberapa regu lainya mengaanggap ada perubahan jalan, kami pun mengikuti apa yang dibicarakan panitia pengarah jalan. Akhirnya beberapa regupun tersesat di jalan dan kebingungan karena tidak menemui arah lagi untuk menuju ke pos selanjutnya. Mencari dan terus mencari jejak regu lainya , dan akhirnya kami di beri petunjuk jalan yang lurus oleh Tuhan. Waktu kami terpotong di jalan yang sesat itu. Tapi tidak menjadi masalah, karena sesuai dengan misi kami pramuka UNEJ mengikuti GWR untuk membegal pengalaman sebanyak-banyaknya telah dilengkapi dengan kesesatan jalan. Di pos terakhir kami disuguhi tentang kesenangan jasmani dan rohani yaitu game-game kekompakan yang unik dan menarik. Setelah pos semua terlewati, kami kembali ke bumi perkemahan untuk ishoma dan membongkar tenda.

           

     Terakhir dari tulisan ini kami dari Racana Damarwulan Srikandi UNEJ mengucapkan selamat bagi panitia GWR atas kesuksesan acaranya dan selamat bagi saudaraku Racana Arjuna Srikandi POLIJE yang mampu mempertahankan dan membawa pulang kembali piala umum GWR. Khusus untuk kakak-kakak Racana Damarwulan Srikandi, tetap semangat meski tidak membawa pulang piala. Untuk ke depannya harus benar-benar dipersiapkan kalau ingin menjadi sang juara. Tapi beribu-ribu ucapan selamat buat kalian kak Angga, Irfan, Imron, dan Yubi. Misi kalian mengikuti GWR telah sukses sesuai rencana, yaitu memborong pengalaman, pengetahuan, dan kenalan yang cukup banyak. Semoga semua itu bermanfaat bagi kalian di dunia dan di akhirat. Amiiiin ???


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dwi Wicaksana | Universitas Jember © 2016 ~ Sarana Informasi Kuliah Universitas Jember
Skip to toolbar