Kuliah Kerja Nyata, Jenjang Pendidikan Mahasiswa Setelah Lulus

Dalam melaksanakan tanggungjawab yang diberikan pada saya dan ke-9 teman satu kelompok, kami ditempatkan di Desa Kladi, sekitar 34 km dari Bondowoso Kota. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi saya satu kelompok. Dari sepuluh mahasiswa yang terjun, hanya seorang yang asli Sumenep, sisanya menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Nasional setiap harinya. Di Bondowoso, bahasa daerah yang digunakan didominasi dengan bahasa Jawa, yang bisa dikatakan “nik sekunik” (hanya sedikit) saya memahaminya.

Mahasiswa KKN UNEJ bersama masyarakat Desa Kladi

Mahasiswa KKN UNEJ dan masyarakat

Saya merasakan selama 2 Minggu di Desa ini, sudah mulai mendapat hasilnya. Nilai-nilai yang diajarkan di Pramuka dan dikeluarga ternyata benar-benar bermanfaat bagi saya ketika menghadapi masyarakat. Rasa grogi, rasa malu, dan rasa panik menghadapi masyarakat sedikit lebih bisa saya hadapi daripada mahasiswa lainnya. Kehidupan di keluarga yang saya dapatkan dirumah, bisa saya terapkan di Desa dan saya merasakan hasilnya.

Kemandirian yang diajarkan Bapak sejak kecil, keuletan yang diajarkan Ibu dan semuanya bisa saya terapkan disini. Mulai dari hal kecil memindah kerikil di jalan, menyapa orang ketika kita lewat rumahnya dan peka terhadap kondisi masyarakat sekitar ternyata lebih unggul daripada teman-teman mahasiswa lainnya. Bukan maksudu untuk menyombongkan diri, tapi memang benar adanya demikian.

Disela-sela waktu senggang, saya mencoba untuk lebih dekat dengan masyarakat. Rasa keingintahuan cukup tinggi untuk memahami karakteristik masyaarakat disini. Tentu, kehidupan di Jember, di Lumajang; sangat berbeda dengan di Kladi, memang benar masing-masing daerah mempunyai kebiasaan sendiri dan kita harus pandai dalam menyikapinya.

Saya mulai memahami dan pertanyaan saya terjawab sudah, “mengapa harus ada Kuliah Kerja di masing-masing Perguruan Tinggi”. Jawabannya sudah jelas didepan mata. Mereka yang sudah terbiasa dihadapan orang banyak akan lebih bijak dalam menyikapinya, sedangkan mereka yang masing belum terbiasa akan belajar lagi mulai dasar. Sedangkan saya, bersyukur sekali Pramuka telah memberikan hal itu lebih dulu.

1 Comment

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dwi Wicaksana | Universitas Jember © 2016 ~ Sarana Informasi Kuliah Universitas Jember
Skip to toolbar